ACT gelar aksi solidaritas kecam penembakan di Masjid Selandia Baru

Palembang (ANTARA) – Lembaga kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar aksi solidaritas di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat malam, untuk mengecam tragedi berdarah penembakan di Masjid Selandia Baru pagi ini yang mengakibatkan 49 orang tewas.

Puluhan orang berkumpul di Bundaran Air Mancur yang terdiri atas anggota ACT dan perwakilan beberapa komunitas menyuarakan seruan dan kecaman terhadap tindakan teroris yang telah merengut nyawa umat Islam di Selandia Baru.

Tak lupa mereka membawa spanduk bertuliskan “Aksi Solidaritas Kemunusiaan Muslim Selandia Baru”.

Manajer Komunikasi ACT Sumsel, Rahmad Aris Lazuardi mengatakan aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian sebagai sesama manusia, karena berdasarkan ajaran yang tertulis di Kitab Suci Alquran disebutkan “Jika ada yang membunuh satu orang, maka itu sama halnya dengan membunuh seluruh umat manusia”.

Aksi yang digelar bersama dengan berbagai komunitas di Palembang ini sebagai bentuk solidaritas ke para korban penembakan.

“Ini adalah sebuah kekejian yang luar biasa, orang-orang yang sedang beribadah di masjid ditembaki tanpa ampun. Kita harus membuka mata dunia,” kata dia.

Sementara itu, Elly Sumantri Partnership ACT Sumsel dalam keterangannya mengutuk kekerasan yang terjadi di Selandia Baru. Ia berharap ada langkah diplomatik yang dilakukan oleh Indonesia sebab ada warga negara Indonesia yang menjadi korban.

“Ini adalah tindakan terorisme, tidak terkait pada salah satu agama tertentu atau etnis tertentu,” kata dia.

Ia mengajak masyarakat untuk menggalang kepedulian bagi para korban. Menurutnya, banyak cara yang dapat dilakukan, seperti doa bersama, aksi solidaritas, edukasi agar tidak melakukan kekerasan kepada siapa pun.

Dalam aksi ini juga dibacakan empat poin pernyataan sikap, yakni mengutuk tindakan terorisme terhadap ummat Muslim yang sedang melaksanakan shalat jumat di Selandia Baru sehingga menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.

Kemudian, mengajak berbagai kalangan khususnya ummat Islam di Indonesia untuk tidak terprovokasi dan tetap mengedepankan persatuan. Poin ketiga, ACT sesegera mungkin melakukan aksi kemanusiaan dalam upaya penyelamatan dan pengobatan para korban penembakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan.

Dan poin keempat yakni mendesak warga dunia untuk menyatakan sikap mengutuk segala jenis tindakan terorisme dan anarkisme.

Sebelumnya, dunia dikejutkan dengan peristiwa penembakan puluhan muslim di Masjid Deans Ave dan Masjid Linwood yang berada di pusat kota Christchurch. Penembakan ini bahkan disiarkan secara langsung oleh pelaku. Sedikitnya 49 orang dikabarkan meninggal dunia. Informasi dari KBRI untuk Selandia Baru yang berpusat di Wellington disebutkan bahwa ada dua orang WNI yang turut menjadi korban.

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019