FPKS minta Selandia Baru investigasi tuntas pelaku penembakan

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Sukamta meminta Pemerintah Selandia Baru dan Australia melakukan investigasi menyeluruh pelaku penembakan di dua masjid pada Jumat (15/3) yang menewaskan 40 orang.

Hal itu menurut dia harus dilakukan sampai menemukan semua pelaku dan pihak yang terkait dan membawanya ke pengadilan dan harus dipastikan apakah mereka ini teroris individual atau berkelompok.

“Sekecil apapun grup teroris harus dibasmi dan dibawa ke pengadilan untuk mendapatkan hukuman setimpal agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di manapun,” kata Sukamta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Dia menilai terorisme adalah musuh semua agama sehingga hentikan asosiasi dan pemberian label teroris identik dengan Islam.

Menurut dia, terorisme juga musuh kemanusiaan dan musuh negara, sehingga terorisme tidak boleh hidup di tengah masyarakat.

“Karena itu kami mendorong semua tokoh agama dan negara untuk bersatu melawan terorisme baik teroris individual, kelompok apalagi terorisme negara,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan terkait langkah pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan yang melarang warga net untuk menyebarkan konten foto, gambar atau video terkait peristiwa penembakan, semua pihak harus bersikap bijak.

“Kami meminta semua pihak di Indonesia baik Pemerintah, tokoh politik, tokoh masyarakat dan media tertentu untuk bersikap bijak. Berhentilah menambah kesedihan dan tekanan kepada umat Islam dengan ancaman jeratan UU ITE,” katanya.

Dia menilai umat Islam yang sedang berduka dan sekaligus marah, hanya menyalurkan kesedihannya dengan saling membagikan kabar duka di media sosial.

Menurut Sukamta, tidak ada maksud lain apalagi sampai berniat untuk mengancam atau mendiskreditkan umat lain dengan kejadian ini.

“Umat Islam merasa seperti satu tubuh, jika yang satu sakit, maka semua akan merasakan hal yang sama,” katanya.

Anggota Komisi I DPR RI itu menjelaskan umat Islam dan bangsa Indonesia sudah cukup matang menghadapi tragedi semacam ini.

Karena itu menurut dia, dalam situasi seperti ini, tidak perlu ada pihak yang malah menambah tekanan pada umat Islam yang sedang berduka.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam untuk tetap berbagi berita ini secara bijak, jangan sampai dimaksudkan lain yang bisa membawa kerugian bagi kehidupan kita semua,” katanya.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019